Iraola Mendesak Liverpool Hentikan Kebiasaan Mulai Lambat Jelang Fulham

mulai lambat - ilustrasi berita Iraola Mendesak Liverpool Hentikan Kebiasaan Mulai Lambat Jelang Fulham
Andoni Iraola mendesak Liverpool hentikan mulai lambat; jelang lawan Fulham di Anfield ia minta tim tampil agresif sejak menit pertama agar tak kehilangan…

Manajer baru Liverpool, Andoni Iraola, kembali menyoroti satu masalah yang menurutnya harus segera diperbaiki: kebiasaan tim memulai pertandingan dengan lambat. Iraola menekankan pentingnya mengubah ritme sejak sepak mula supaya lawan tak memiliki kesempatan merebut momentum.

mulai lambat - ilustrasi berita Iraola Mendesak Liverpool Hentikan Kebiasaan Mulai Lambat Jelang Fulham

Permintaan itu disampaikan menjelang laga pekan keempat Premier League 2026/2027, saat Liverpool akan menjamu Fulham di Anfield pada Sabtu, 12 September 2026. Meski belum menelan kekalahan sejak ditunjuk sebagai pelatih, Iraola ingin ada perbaikan khusus di menit-menit awal laga.

Iraola Tegaskan Liverpool Jangan Lagi Mulai Lambat

Iraola menilai timnya berbahaya dalam hal menciptakan peluang dan mencetak gol, namun kecenderungan memulai laga dengan tempo rendah berulang kali membuat mereka tertinggal lebih dulu. “Saya pikir tim ini sanggup bikin gol-gol. Dalam semua pertandingan, kami berbahaya, kami menciptakan peluang, kami mencetak dua gol di setiap pertandingan, dan kami sebenarnya bisa mencetak lebih banyak dalam beberapa pertandingan,” ucapnya, menunjukkan keyakinan pada kemampuan serangan timnya.

Di bawah kepemimpinan Iraola sejauh ini, Liverpool belum kalah dalam empat pertandingan awal. Namun catatan itu disertai fakta bahwa dalam tiga dari laga-laga tersebut mereka harus mengejar skor karena tertinggal di awal pertandingan. Kondisi inilah yang menjadi peringatan utama pelatih asal Spanyol itu.

Rekam Jejak Empat Pertandingan Pertama

Empat pertandingan pertama Iraola sebagai manajer Liverpool menunjukkan pola yang kontras: hasil tak pernah merugikan, tetapi cara tim mencapai hasil itu kerap menuntut kerja keras ekstra. Liverpool bermain imbang 2-2 melawan Newcastle United dan Nottingham Forest, menang 2-0 atas Ipswich Town, dan sempat melakukan comeback untuk menaklukkan Atletico Madrid 2-1 di Liga Champions.

Hasil-hasil tersebut mencerminkan kemampuan tim untuk bangkit, namun juga mempertegas kekhawatiran pelatih terkait awal pertandingan. Menurut Iraola, mencegah keterlambatan ritme sejak menit pertama akan mengurangi kebutuhan untuk melakukan upaya keras mengejar ketertinggalan yang memakan energi dan berisiko.

Permintaan Aksi Sejak Awal Laga

Menjelang pertemuan dengan Fulham, Iraola meminta para pemainnya tampil lebih agresif dan fokus pada penguasaan permainan sejak peluit pertama. Ia ingin tim tidak memberi celah kepada lawan untuk mendapatkan kepercayaan diri atau momentum yang bisa mengganggu rencana permainan Liverpool.

Pesan tersebut tidak hanya soal kecepatan menyerang, tetapi juga disiplin pertahanan dan intensitas press di area awal pertandingan. Dengan menjaga agresivitas sejak menit awal, Iraola berharap performa tim akan lebih konsisten sepanjang 90 menit, tanpa perlu mengandalkan kecemerlangan individual untuk membalikkan keadaan.

Tekanan dan Ekspektasi di Anfield

Anfield akan menjadi saksi uji coba kemampuan Liverpool menekan masalah mulai lambat yang terus muncul. Sebagai tuan rumah, ekspektasi terhadap tim tentu tinggi; fans berharap melihat gaya permainan yang menekan dari awal dan hasil positif yang meyakinkan.

Iraola berada dalam posisi yang relatif menguntungkan karena catatan tak terkalahkan, tetapi ia sendiri tak ingin berpuas diri. Menjaga fokus pada detail kecil seperti ritme pembukaan laga dianggapnya krusial untuk membawa Liverpool lebih stabil di kompetisi domestik maupun Eropa.

Dengan laga melawan Fulham yang semakin dekat, perhatian kini tertuju pada respons tim terhadap arahan pelatih. Jika Liverpool berhasil menuntaskan masalah mulai lambat, mereka diharapkan bisa memaksimalkan potensi kolektif yang sudah tampak sejak kedatangan Iraola.