Hidalgo menegaskan Deportivo bersaing sebagai prioritas utama tim setelah berakhirnya jendela transfer. Meski membawa sejumlah wajah baru, fokus klub kini tertuju pada kompetisi LaLiga dan misi mempertahankan status mereka di kasta tertinggi.

Manajemen telah menutup hari perekrutan dengan total sepuluh pemain baru, sehingga skuad pertama kini berjumlah 27 pemain — dua di antaranya terdaftar dengan kontrak filial demi memenuhi aturan kompetisi. Dengan komposisi itu, tuntutan untuk tampil konsisten menjadi nyata.
Deportivo bersaing: sikap Hidalgo
Pelatih Hidalgo tidak memberi ilusi soal perjalanan yang menanti. Menurutnya, sebagai tim yang baru promosi, Deportivo tidak bisa mengandalkan kenyamanan. “Kami adalah tim yang baru promosi; kami harus bersaing, berjuang, dan menderita” — pernyataan ini melambangkan pendekatan realistis di dalam lingkungan klub.
Pernyataan pelatih mencerminkan bahwa penambahan pemain tidak otomatis mengubah ekspektasi. Alih-alih menetapkan target ambisius di luar kemampuan, tim memilih jalan menanggung beban kerja kolektif untuk mencapai tujuan paling krusial musim ini: bertahan di LaLiga.
Komposisi skuad dan aturan pendaftaran
Penutupan bursa menghadirkan skuad berisi 27 nama dalam daftar utama. Dua pemain mencatatkan status khusus dengan kontrak filial agar kepengurusan tim dapat memenuhi norma pendaftaran yang diberlakukan oleh kompetisi. Langkah administratif semacam ini sering ditempuh klub yang menyeimbangkan antara cadangan pengembangan dan kebutuhan regulasi.
Kondisi ini memberi pelatih lebih banyak opsi dalam rotasi, namun juga menuntut pengelolaan intensif agar semua pemain siap saat dibutuhkan. Faktor kedalaman skuad akan diuji sepanjang kompetisi, terutama ketika cedera dan kelelahan mulai memengaruhi performa tim.
Baca juga: Córdoba CF membidik naik kasta: komitmen bersama menuju Primera División — Menuju Primera Divisi N
Target poin permanensi
Klub telah mematok angka konkret sebagai tolok ukur sukses: meraih sekitar 42 atau 43 poin yang diyakini cukup untuk menandatangani permanensi. Target poin tersebut menjadi acuan dalam perencanaan taktik dan manajemen pertandingan yang akan dijalani tim selama musim.
Menetapkan target numerik membantu menajamkan fokus semua pihak, mulai dari staf teknik hingga pemain. Namun, Hidalgo juga menegaskan bahwa angka saja tidak cukup; realisasi poin bergantung pada konsistensi, mentalitas juang, dan kesiapan menghadapi pertandingan yang berat.
Suasana di Abegondo menjelang kompetisi
Di Pusat Latihan Abegondo, suasana diwarnai oleh fokus pada persiapan pertandingan dan penguatan mental. Pernyataan dari pelatih dan pergerakan administratif klub menunjukkan kesiapan untuk memasuki musim tanpa ekspektasi yang berlebihan, namun dengan tekad kuat untuk meraih hasil yang diperlukan.
Meski ada optimisme terkait kedatangan pemain baru, pihak klub sadar bahwa proses adaptasi memerlukan waktu. Rutinitas latihan, evaluasi kesiapan fisik, dan pengembangan pemahaman taktik menjadi prioritas agar skuad bisa menerjemahkan target poin menjadi hasil di lapangan.
Tantangan dan langkah ke depan
Musim yang akan datang diprediksi menuntut komitmen tinggi dari seluruh elemen klub. Hidalgo memaknai peranannya untuk menyiapkan skema yang realistis, memaksimalkan potensi pemain, dan menanamkan mentalitas bertahan pada tim. Pernyataan tentang perlu bersaing, berjuang, dan menderita menjadi landasan pendekatan kompetitif yang diharapkan membuahkan hasil.
Dengan jendela transfer ditutup dan skuad siap bertanding, Deportivo memasuki fase di mana kerja nyata di lapangan akan menentukan nasib mereka. Target poin 42–43 tetap menjadi patokan, tetapi pencapaiannya tergantung pada konsistensi performa dan kemampuan menghadapi tekanan sepanjang musim.
