Tim bulutangkis Indonesia telah tiba di Tokyo pada Minggu, 13 September, untuk melakukan latihan di Tokyo sebagai bagian dari persiapan menghadapi Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Rombongan akan menjalani pemusatan latihan selama sekitar tiga hari, mulai Senin, 14 September hingga Rabu, 16 September.

Pemusatan latihan singkat ini dimaksudkan untuk menyempurnakan program yang telah dirancang sejak kegiatan pelatnas di Indonesia. Kepala Bidang Pembinaan Prestasi Pelatnas yang juga menjabat sebagai head coach untuk ajang Asian Games, Eng Hian, menegaskan bahwa kesiapan fasilitas menjadi prioritas agar proses persiapan berjalan mulus.
Kedatangan Tim dan Jadwal Pemusatan Latihan
Tim tiba di ibu kota Jepang beberapa hari sebelum pelaksanaan kegiatan resmi di Aichi-Nagoya. Agenda pemusatan latihan yang berlangsung selama tiga hari memberi waktu untuk menyesuaikan ritme latihan, kondisi fisik, dan taktik yang telah dipetakan oleh tim pelatih. Meski singkat, sesi ini berperan penting untuk mematangkan persiapan terakhir jelang keberangkatan menuju lokasi pertandingan.
Kondisi Fasilitas dan Akomodasi
Eng Hian menyampaikan bahwa seluruh fasilitas yang diperlukan untuk pemusatan latihan sudah tersedia dan sesuai ekspektasi. Menurutnya, ketersediaan hotel, tempat latihan, serta kebutuhan pendukung lainnya telah dipastikan lengkap sehingga tak mengganggu jalannya program latihan yang sudah direncanakan sejak di pelatnas Indonesia.
“Seluruh fasilitas dari hotel, tempat latihan dan kebutuhan-kebutuhan lain terkait pemusatan latihan anak-anak sudah lengkap sesuai dengan yang kami harapkan,” ujar Eng Hian. Pernyataan tersebut menegaskan upaya tim pelatih dan manajemen untuk menciptakan lingkungan latihan yang kondusif selama berada di Tokyo.
Latihan di Tokyo: Latihan Bersama dan Sparring Partner
Sebagai bagian dari persiapan, pihak pelatnas membawa beberapa atlet sebagai sparring partner dari Jakarta. Selain itu, tim juga akan menggelar sesi latihan bersama dengan atlet-atlet Jepang selama tiga hari pelaksanaan pemusatan latihan. Kombinasi sparring internal dan latihan bersama diharapkan memberi variasi intensitas dan kualitas lawan bagi para pemain.
Eng Hian menilai kesempatan berlatih dengan pemain Jepang sangat positif. Menurutnya, latihan bersama tersebut menjadi bahan tambahan pengalaman bertanding yang dapat membantu para pemain dalam menghadapi dinamika pertandingan pada Asian Games nanti.
Pelaksanaan Program dan Kelanjutan Persiapan
Pelatih menekankan bahwa pelaksanaan pemusatan latihan ini dirancang untuk selaras dengan program-program yang sudah berjalan di pelatnas Indonesia. Dengan fasilitas yang dinyatakan lengkap, proses adaptasi diharapkan berlangsung cepat sehingga para atlet dapat kembali fokus pada tujuan utama: tampil optimal di Asian Games Aichi-Nagoya 2026.
Program latihan yang tersusun sejak sebelumnya menjadi kerangka kerja bagi tim, dan keberadaan fasilitas yang memadai di Tokyo dipandang memberikan kesempatan bagi para pemain untuk menjalankan rangkaian latihan tanpa gangguan teknis atau logistik.
Harapan Pelatih dan Kondisi Mental Pemain
Eng Hian mengungkapkan harapan agar seluruh atlet bisa menjalani proses pemusatan latihan dengan fokus dan suasana yang positif. Ia menekankan pentingnya rasa percaya diri sebagai modal menjelang pertandingan, serta konsistensi dalam mengikuti arahan tim pelatih.
“Hal ini sangat positif sebagai bekal tambahan untuk melakoni laga di Asian Games nanti. Saya berharap semua pemain bisa menjalani seluruh proses dengan fokus, dalam suasana yang positif, dan dengan rasa percaya diri yang semakin kuat,” tambah Eng Hian. Pernyataan ini menjadi penutup dari sesi koordinasi yang menyertai kedatangan tim di Tokyo.
Dengan dukungan fasilitas lengkap dan skema latihan yang melibatkan sparring partner baik dari internal maupun mitra Jepang, tim bulutangkis Indonesia melanjutkan rangkaian persiapan terakhirnya sebelum menghadapi kompetisi multi-negara tersebut.
