Roberto Soldic menegaskan bahwa ia tidak menyesali waktunya yang dianggap sia-sia di ONE Championship, meski beberapa pihak menilai ia kehilangan puncak kariernya. Kini, setelah keluar dari babak tersebut, Soldic siap memasuki babak baru: debut Soldic UFC yang akan menjadi momen penting bagi petarung berjulukan “Robocop” itu.

Soldic akan melakoni laga perdananya di Octagon melawan Khaos Williams pada UFC 332, yang digelar 3 Oktober 2026 di Delta Center, Salt Lake City, Utah. Pertarungan ini dipandang sebagai pertemuan dua striker berbahaya dan menjadi sorotan jelang kartu utama acara tersebut.
Perjalanan karier dan keputusan Soldic
Dalam pernyataannya, Soldic mengakui bahwa masa-masa di organisasi sebelumnya tidak selalu ideal, namun ia tidak menyesal mengambil jalur tersebut. Ia menggambarkan penerimaan nasib dengan singkat: “Begitulah adanya.” Ucapan itu mencerminkan sikap legowo terhadap pilihan dan pengalaman yang dilaluinya sebelum berlabuh ke UFC.
Pernyataan Soldic kerap dikaitkan dengan dinamika kontrak dan waktu tunggu yang berlangsung sebelum kepindahannya ke ajang yang lebih besar. Meskipun demikian, ia tidak membiarkan penyesalan menghabiskan energinya; sebaliknya, fokusnya kini tertuju pada persiapan menghadapi Khaos Williams dan peluang yang terbuka di divisi welterweight.
Makna debut Soldic UFC bagi kariernya
Langkah Soldic menuju UFC dipandang sebagai kesempatan untuk membuktikan kemampuan di panggung yang secara global paling mendapat perhatian. Debut Soldic UFC ini menjadi momen penentu untuk memperlihatkan apakah ia mampu menerjemahkan reputasi sebagai finisher ke level yang sering dianggap lebih kompetitif.
Bagi penggemar, duel melawan Khaos Williams menawarkan nuansa menarik: kedua petarung dikenal karena daya ledak pukulan dan kapasitas untuk menyelesaikan laga dengan KO. Soldic, yang memiliki julukan “Robocop”, diharapkan mampu memanfaatkan pengalaman bertarung internasional untuk menghadapi tantangan baru ini.
Siapa lawan yang menanti?
Khaos Williams hadir sebagai lawan yang penuh ancaman dalam debut Soldic UFC. Williams sendiri dikenal sebagai petarung yang agresif dan memiliki catatan menyelesaikan lawan lewat pukulan keras. Pertandingan ini diprediksi berlangsung cepat bila kedua petarung saling bertukar serangan sejak ronde awal.
Panitia penyelenggara menempatkan duel ini di salah satu kartu paling dinantikan UFC 332, mengingat potensi aksi yang bisa memikat penonton. Soldic harus mampu menyesuaikan strategi menghadapi lawan dengan gaya bertarung langsung dan tekanan tinggi, sambil menjaga stamina untuk ronde-ronde berikutnya jika laga berlangsung lama.
Respons Soldic menjelang UFC 332
Menjelang hari H, Soldic menekankan bahwa fokus utamanya adalah persiapan fisik dan mental. Ia tidak ingin terlalu terjebak pada narasi masa lalu tentang “membuang” masa keemasan; menurutnya, pengalaman itu bagian dari perjalanan yang membawanya ke titik saat ini.
Pengakuan bahwa ia “tidak menyesal” menandai sikap optimis sekaligus realistis. Soldic tampak ingin mengalihkan pembicaraan dari kontroversi dan fokus pada apa yang bisa ia tunjukkan di dalam kandang UFC: performa, kekuatan finishing, dan kemampuan beradaptasi melawan lawan-lawan baru.
Harapan publik dan langkah ke depan
Kedatangan Soldic ke UFC memicu perhatian dari kalangan penggemar dan pengamat MMA, yang penasaran apakah ia akan cepat beradaptasi dan melanjutkan tren kemenangan lewat KO. Sementara itu, bagi Soldic sendiri, debut Soldic UFC bukan sekadar memulai kompetisi baru, melainkan kesempatan untuk menegaskan diri setelah periode yang penuh dinamika.
UFC 332 di Salt Lake City menjadi panggung yang ideal untuk pengukuhan tersebut. Apapun hasilnya, peralihan Roberto Soldic ke UFC menandai babak baru dalam perjalanan kariernya, sekaligus mengakhiri spekulasi tentang penyesalan yang mungkin membayangi keputusan-keputusannya di masa lalu.
