Pelatih Sevilla, Luis García Plaza, menegaskan ia tidak meremehkan Valencia meski tim tamu memulai musim dengan hasil yang kurang memuaskan. Menjelang duel di Ramón Sánchez-Pizjuán, ia memperingatkan bahwa rival dari Mestalla akan datang dengan motivasi besar untuk membalikkan keadaan.

García mengingatkan bahwa dalam sepak bola awal musim sering menipu: ada tim yang memulai baik lalu menurun, dan sebaliknya. Ia mencontohkan pengalamannya tahun lalu dan menekankan bahwa Valencia tetaplah klub besar dengan pemain berkelas, sehingga Sevilla harus tetap waspada.
Tak sekadar start buruk: ancaman motivasi tinggi
Menurut García, kondisi awal Valencia tidak menggambarkan keseluruhan kapasitas tim. “Valencia memiliki klub besar, tim yang bagus dan pemain-pemain berkualitas. Mereka datang dalam situasi yang membuat mereka datang dengan ‘pisau di gigi’ dan akan berusaha mengubah keadaan,” ujarnya. Pelatih Sevilla juga menyebut statistik kunjungan Valencia ke markasnya: dalam empat pertandingan terakhir di sini, Los Che pernah meraih kemenangan dua kali, yang menunjukkan mereka tetap mampu meraih poin meski bermasalah.
Taktik dan alasan tidak meremehkan Valencia
García menegaskan Sevilla akan mempersiapkan diri dengan serius. Ia menjelaskan fleksibilitas taktis yang dimiliki skuadnya: bisa bermain dengan dua atau tiga penyerang, serta varian di lini tengah dengan pemain seperti Luci, Fofana, Kocho dan Guridi. Pilihan formasi tergantung pada rencana pertandingan, dan ia siap mengganti strategi selama laga jika dibutuhkan.
Kesiapan pemain dan manajemen pergantian
Pelatih itu mengakui ada beberapa pemain yang belum mencapai kondisi fisik penuh sehingga harus dikelola dengan hati-hati. Ia menyebutkan perlu melakukan pergantian terpaksa pada dua atau tiga pemain jika dimainkan sejak awal karena belum siap untuk 90 menit. Nama-nama seperti Stassin, Lucas dan Félix disebut sebagai pemain yang bisa mulai atau masuk dari bangku cadangan, dengan catatan bahwa beberapa baru tiba dan belum sepenuhnya fit.
García memberi contoh pengalaman di Bilbao ketika ia kehabisan pergantian karena kartu dan kelelahan, sebagai pengingat untuk mengatur beban pemain agar tetap memiliki opsi segar di akhir pertandingan.
Gaya permainan dan catatan ofensif-defensif
Pelatih Sevilla menegaskan identitas timnya: intensitas dan kekuatan sebagai kelompok. Sevilla telah menunjukkan karakter itu sejak akhir musim lalu, dan harus dipertahankan. Dalam empat laga yang sudah dijalani, Sevilla membukukan tujuh gol, sebuah angka yang dinilai sangat baik, sementara pekerjaan menurunkan kebobolan masih mesti terus diperbaiki, terutama menghadapi tim-tim besar seperti Atlético Madrid.
Peralihan taktik pada beberapa pertandingan juga disebut berdampak pada cara mereka menekan dan bertahan. Pergerakan pemain seperti Miguel dan Chidi digeser untuk menyeimbangkan fase bertahan dan menyerang, sehingga tim kadang bertahan dengan lima pemain dan terasa lebih nyaman.
Kondisi individu dan dinamika skuad
García juga membahas kondisi beberapa pemain secara khusus. Ia menyampaikan simpati pada Sangante yang mengalami nasib kurang beruntung karena insiden dan kartu merah; ia berharap pemain itu segera pulih karena bekerja keras dan akan memberi banyak kebahagiaan bagi klub. Untuk Marcao dikatakan akan masuk dalam daftar panggilan, namun belum sepenuhnya siap sehingga opsi menempatkan Juan sebagai bek tengah tetap akan digunakan sementara waktu.
Situasi Rubén Vargas juga disebut: saat ini ia belum tersedia sehingga masih menjadi absensi bagi tim. Di sisi positif, Agoumé dinilai tampil sangat baik dan menjadi salah satu pilar tim, sementara Kike Salas mendapat pujian atas performa spektakulernya dan peran kepemimpinannya yang mulai terlihat.
Mengenai pilihan penyerang, García menegaskan gol tetap menjadi kriteria utama. Ia memuji kerja keras pemain seperti Robbie dan Isaac yang selain berkontribusi dalam pressing juga membantu tim secara defensif, meski belum selalu tercatat di papan skor.
Respek pada lawan dan prospek pertandingan
García menolak terpancing oleh narasi seputar hasil awal Valencia. Ia mengingatkan bahwa kemenangan dalam laga ini akan signifikan bagi posisi masing-masing di klasemen, sehingga motivasi kedua tim tinggi. Meski Sevilla merasa nyaman dengan suasana di stadion musim ini dibanding tekanan musim lalu, ia meminta tetap fokus dan waspada terhadap ancaman lawan yang datang “terluka” namun berbahaya.
Pada akhirnya, pelatih Sevilla menegaskan komitmen timnya: bekerja keras, menampilkan intensitas dan berusaha mempertahankan produktivitas ofensif sambil memperbaiki aspek defensif untuk meraih hasil positif menghadapi Valencia.
